Kisah Tentang Si Gigi Biru.

Bluetooth 30 logo 1

Siapa tak kenal Bluetooth. Si gigi biru ini sangat terkenal di belantara fitur ponsel. Hampir semua ponsel terkini memiliki fitur satu ini. Sejatinya, nama Bluetooth berasal dari nama raja Denmark. Harald Bluetooth. Kemampuan sang raja dalam menyatukan suku suku yang berperang menginspirasi namanya menjadi suatu perangkat yang juga mampu menghubungkan berbagai peralatan seperti komputer, laptop dan perangkat ponsel.

Sebagai teknologi tanpa kabel (wireless), bluetooth beroprasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz. Secara sederhana, bluetooth adalah suatu teknologi tanpa kabel yang dapat mengkoneksikan dua perangkat yang berbeda. Teknologi ini mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real time dengan jangkauan layanan berjarak dari 1, 10 hingga 100 meter.

Di awali kemunculan bluetooth versi 1.0 pada bulan juli 1999, versi ini masih memiliki beberapa kelemahan diantaranya pengaturan koneksi yang rumit dan masih diterapkannya perintah manual hingga keamanan pengguna tidak terjamin. Teknologi bluetooth makin berkembang dengan kehadiran bluetooth versi 1.1 dan 1.2. Perbaikan dilakukan dalam mendukung channel yang tidak terenkripsi. Juga mengakomodasi kecepatan transmisi hingga Mbit/detik dan tahan terhadap interfensi frekuensi radio.

Bluetooth versi berikutnya 2.0 dirilis pada tahun 2004. Perbedaan utama adalah fitur Enhanced Data Rate (EDR) untuk transfer data yang lebih cepat. Tingkat kecepatan diklaim mencapai 3 Mbit/detik meskipun pada prakteknya hanya mencapai 2 Mbit/detik. Kemudian era bluetooth versi 2.1 memperkenalkan SSP (Secure Simple Pairing), yang meningkatkan sisi keamanan penggunaan.

Baru pada tahun 2009, diperkenalkan bluetooth versi 3.0+HS (High Speed). Secara teoristis, tingkat perpindahan data dimaksud mencapai 24 Mbit/detik. Fitur utama adalah AMP, yaitu tambahan jaringan WiFi sebagai data berkecepatan tinggi.

Adapun beberapa kelebihan teknologi bluetooth antara lain daya jangkau dapat menembus dinding, kotak dan berbagai rintangan lain,tidak memerlukan kabel penghantar selain kegunaan sebagai perantara modem. Sementara berbagai kekurangan diantaranya sistem menggunakan frekuensi sama dengan gelombang LAN standar, pengguna akan kesulitan melakukan transfer apabila ditemukan banyak koneksi bluetooth dalam suatu ruangan dan banyak virus beredar melalui teknologi ini.




<< HOME


TOP-RATING
TOPfega
MobPartner
cool counter

The Soda Pop